Penjemputan Pater Ludger Jessing

PENJEMPUTAN PATER LUDGER JESSING, SVD.
WITIHAMA,  09 JULI 2018


LUAR BIASA! Itulah kalimat yang terlontar saat melihat ribuan masyarakat Witihama memadati jalan sepanjang Desa Lamabelawa – Nama Tukan – Gereja Paroki Witihama.

Hari, ini tanggal 09 Juli 2018, kerinduan umat/masyarakat Witihama terhadap Pater Ludger Jessing terobati. Karena hari ini Pater Jessing, telah berada di Witihama, setelah tadi malam bersama Anak Lewotanah Witihama yang berdomisili di Larantuka makan malam bersama di Larantuka, pagi tadi Pater Jessing menuju ke Adonara melalui penyeberangan Larantuka – Tobilota. Pater Jessing, singgah dan beristirahat sebentar di Dekenat Adonara, selanjutnya pada pkl. 15.00 wita menuju ke Witihama.

Pkl. 13.00, ratusan masyarakat Witihama sudah memadati halaman Gereja Paroki Witihama. Mereka secara spontanitas menjemput Pater Jessing di Witihama.

Ratusan kendaraan baik roda empat, roda enam dan roda dua berarak bersama ke Waiwerang menjemput Pater Jessing.

Pkl. 15.00 wita jalan raya sepanjang Gereja Paroki Witihama hingga SDK Lamabelawa dipadati masyarakat. Baik Islam maupun Katolik, tua maupun muda, mereka berjejel di jalan seolah tidak mampu lagi menahan kerinduan untuk bisa melihat wajah Pater Jessing.

Saat tiba, di depan SDK Lamabelawa, Pater Jessing di jemput dengan tarian Hedung dari PPLB Desa Lamabelawa. Mereka mengiringi kendaraan Pater Jessing dengan tarian hedung dari SDK Lamabelawa menuju Balai Desa Lamabelawa, tempat acara penjemputan dilaksanakan.

Sungguh, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, menyaksikan ribuan masyarakat menyoraki Pater Jessing, saat beliau turun dari mobil.
Banyak  yang berteriak histeris, ada yang menangis haru bercampur bahagia, ada yang menyoraki dengan tepukan tangan, ada yang berebutan berjabatan tangan dengan Pater Jessing, sampai-sampai, aparat keamanan kesulitan untuk membebaskan jalan bagi Pater Jessing.

Di depan Balai Desa Lamabelawa, Pater Jessing diterima dengan upacara adat, oleh masyarakat Witihama, Camat Witihama, Pastor Paroki Witihama, KUA Witihama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, para Imam dan Suster asal Paroki Witihama, Suster-suster CB Melati Pulitoben, dan ribuan masyarakat Witihama.

Setelah upacara adat, Pater Jessing berarak bersama seluruh masyarakat penjemput menuju ke Gereja Paroki Witihama, dengan diiringi tarian hedung dari sanggar Oe Sason Desa Pledo.

Sebelum ke Gereja, Pater Jessing disapa dan dijemput oleh Ama Boro Goran Tokan (Tokoh Adat/Masyarakat Witihama) masuk ke rumah Atu Lolon, Pater juga di sapa dengan sapaan adat dan behin baun, wua warak, sebagai symbol budi adat masyarakat Witihama.

Setelah itu, rombongan berarak menuju ke Gereja. Seluruh umat tumpah ruah di Gereja. Baik yang Katolik maupun Islam, mereka mengantar Pater Jessing sampai di Gereja dan mengikuti ibadat pemberkatan oleh Pater Jessing.

Dalam sapaannya, Pater Jessing mengatakan bahwa dia merasa sangat TERHARU menyaksikan antusiasme masyarakat Witihama yang begitu banyak menjemputnya. Bahkan umat Muslim pun turut hadir dalam penjemputan dan ibadat ini.
“Sungguh Ini merupakan pengalaman pertama sepanjang perjalanan hidupnya selama 83 tahun hidupnya dan selama 50 tahun Imamatnya” katanya.
Ia mengibaratkan bahwa pengalaman sore hari ini seolah seperti Yesus yang diarak memasuki Kota Yerusalem.

Diakhir sapaanya Pater Jesing mengharapkan semoga, kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin antara umat Katolik dan umat Islam ini tetap terjaga dan terawat, sampai akhir jaman.

Ibadat, ditutup dengan berkat dari Pater Jessing. Setelah itu dilanjutkan dengan minum bersama di Emperan Gereja.

Sungguh indah melihat dan menyaksikan situasi hari ini. Dan sungguh terharu menyaksikan ribuan masyarakat witihama, yang tidak memandang perbedaan keyakinan, tapi merasa bahwa Ama Jessing adalah bagian dari Witihama. Eman Ola Masan

Komentar

Postingan Populer